Ujian praktek tik

 Korea Utara melaporkan kembali menguji coba proyektil yang diduga rudal balistik pada hari ini, Rabu (16/3), tapi gagal. Proyektil itu akhirnya meledak di udara.


Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) melaporkan, Korut melaporkan proyektil itu dari Bandara Sunan yang terletak di dekat Pyongyang.


"Diduga uji coba itu gagal setelah diluncurkan," demikian pernyataan JCS yang dikutip Reuters.


Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita Korsel, Yonhap, bahwa proyektil itu diharapkan meledak di udara tak lama setelah ditembakkan.


AS Sanksi Rusia karena Terlibat Uji Rudal Antarbenua Korut

Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat juga dikonfirmasi uji coba proyektil Korut ini. Menurut komando tersebut, proyektil yang ditembakkan merupakan "rudal balistik."


Senada, Kementerian Pertahanan Jepang juga menduga proyektil yang ditembakkan Korut tersebut merupakan rudal balistik.


Berdasarkan laporan media Korsel, NK News, puing proyektil itu terlupakan jatuh ke area di dekat Pyongyang setelah uji coba tersebut gagal.



Sejumlah foto yang beredar juga menunjukkan kemungkinan peluncuran proyektil berbentuk zigzag di udara. Asap merah mengepul di ujung bekas manuver tersebut.


"Laporan kegagalan peluncuran dari Sunan ini mengkhawatirkan karena kemungkinan kerusakan di area padat penduduk," ucap seorang peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, Ankit Panda.


Belakangan, dunia sedang terus berada di dekat Korut, terutama karena mereka bertemu dengan satelit mata-mata dalam waktu dekat.


Untuk melesatkan satelit mata-mata itu ke orbit, Korut harus melontarkan rudal jarak jauh, yang dilarang Perserikatan Bangsa-Bangsa


Translate

Korea Utara melaporkan kembali menguji coba proyektil yang diduga rudal balistik pada hari ini, Rabu (16/3), tapi gagal. Proyektil itu akhirnya meledak di udara.


Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) melaporkan, Korut melaporkan proyektil itu dari Bandara Sunan yang terletak di dekat Pyongyang.


"Diduga uji coba itu gagal setelah diluncurkan," demikian pernyataan JCS yang dikutip Reuters.


Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita Korsel, Yonhap, bahwa proyektil itu diharapkan meledak di udara tak lama setelah ditembakkan.


AS Sanksi Rusia karena Terlibat Uji Rudal Antarbenua Korut

Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat juga dikonfirmasi uji coba proyektil Korut ini. Menurut komando tersebut, proyektil yang ditembakkan merupakan "rudal balistik."


Senada, Kementerian Pertahanan Jepang juga menduga proyektil yang ditembakkan Korut tersebut merupakan rudal balistik.


Berdasarkan laporan media Korsel, NK News, puing proyektil itu terlupakan jatuh ke area di dekat Pyongyang setelah uji coba tersebut gagal.



Sejumlah foto yang beredar juga menunjukkan kemungkinan peluncuran proyektil berbentuk zigzag di udara. Asap merah mengepul di ujung bekas manuver tersebut.


"Laporan kegagalan peluncuran dari Sunan ini mengkhawatirkan karena kemungkinan kerusakan di area padat penduduk," ucap seorang peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, Ankit Panda.


Belakangan, dunia sedang terus berada di dekat Korut, terutama karena mereka bertemu dengan satelit mata-mata dalam waktu dekat.


Untuk melesatkan satelit mata-mata itu ke orbit, Korut harus melontarkan rudal jarak jauh, yang dilarang Perserikatan Bangsa-Bangsa.


Comments